Tampilkan postingan dengan label TUGAS NOS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TUGAS NOS. Tampilkan semua postingan

Senin, 10 November 2014

TUGAS NOS

BACKUP & RECOVERY  


  •  Langkah-Langkah Backup
    Berikut ini merupakan langkah-langkah bagaimana men-setup operasi-operasi backup.Kita dapat menggunakan langkah-langkah ini sebagai penuntun untuk mendefinisikan dan mengatur aktifitas-aktifitas backup secara spesifik untuk operasi-operasi yang dilakukan. Jika digunakan bersamaan dengan informasi bantuan online kita dapat menggunakan prosedur-prosedur ini untuk membantu dalam melaksanakan strategi fungsional backup secara penuh untuk lingkungan kita. 
 
Langkah-langkah operasi backup:
1.Getting started with backup
2.Setting up a weekly backup
3.Tailoring your backup
4.Setting up control group entries
5.Selecting libraries to include in a control group
6.Creating backup list
7.Adding backup control groups to the job scheduller


Langkah 1.Getting started with backup

     Pada langkah ini, kita melihat kembali default sistem untuk pemrosesan backup dan mprosedur setup mingguan.Tekan F3 sampai kembali ke menu utama BRMS atau ketik GO BRMS pada baris perintah.
    Dari menu ini, pilih 2 (Backup).Dari menu backup, pilih opsion 1 (backup planning).
Dari menu backup planning pilih opsion 1 (work with control groups). Pada tampilan work with backup control groups,kita akan melihat daftar seluruh control groups yang telah didefinisikan untuk
backup.BRMS membuat 2 control groups pada saat instal sistem yaitu sebuah control group
*BKUGRP dan yang lainnya adalah *SYSGRP yang merupakan suatu control groupuntuk membuat
backup sistem operasi.Control group *BKUGRP akan digunakan untuk mendemostrasikan fungsi
kunci dari sistem. 
 
Langkah 2.Setting up a weekly backup
 
    Kita menggunakan control group *BKUGRP untuk setup backup mingguan.Backup control group merupakan suatu kumpulan library, sistem keywords , dan daftar yang berisikan karakteristik backup
biasa yang dapat digunakan secara bersamaan.
 
Langkah pertama dalam melakukan setup adalah melihat kembali karakteristik atau atribut dari
*BKUGRP default control group.Untuk melakukan hal ini, tempatkan kursor pada opsion (Opt) field
di sebelah *BKUGRP control group, isikan "8" ( change attribute), dan tekan tombol enter.
 
    Default weekly activity fieldmenggambarkan jumlah hari dalam seminggu terhadap backup yang dilakukan secara penuh atau bertahap yang dilakukan oleh control group ini. Nilai default aktifitas mingguan dari *BKUPCY untuk control group ini menunjukkan bahwa kita sebaiknya menggunakan pola aktifitas mingguan untuk kebijaksanaan backup
.
Langkah 3.Tailoring your backup
    
     Tampilan Work with Backup Control Groups berisikan opsion untuk menyesuaikan backup kita dengan kebutuhan-kebutuhan pemrosesan.Kita dapat mengakses sebagian besar karakteristik untuk backup control group dengan opsion 8 (change attributes). Tetapi ada 2 hal lain yang sebaiknya kita lihat kembali pada saat melakukan setup suatu backup group control:
•Subsystems to Process
•Job Queues to Process Subsystems to Process.Untuk melihat kembali subsystems to process, pilih opsion 9 di sebelah*BKUGRP control group entry pada tampilan Work with Backup Control Groups
dan tekan tombol enter. Kemudian akan terlihat tampilan Subsystems to Process.Pergunakanlah tampilan ini untuk menambah atau menghapus subsystems dimana kita akan memulai atau mengakhiri sebelum atau sesudah proses backup control group dan yang lainnya dimana kita akan memulai dan mengakhiri subsystem tersebut.Default (*BKUGRP) control group tidak menspesifikasikan beberapa subsystem untuk diposes.Sebaiknya menambahkan beberapa subsystem dimana kita ingin memulai dan mengakhiri selama proses backup control group.Kita juga dapat menspesifikasikan library dimana subsystem tersebut berada. BRMS secara otomatis memulai kembali subsystem yang harus kita akhiri setelah backup jika tidak terdapat IPL yang telah dispesifikasikan, atau setelah IPL, jika sebuah IPL telah dispesifikasikan di dalam control group ini.
Daftar urutan field ini bertujuan jika kita ingin memulai dan mengakhiri subsystems.Untuk menambah suatu subsystems, ketik suatu nomor urut pada urutan kolom secara numerik di posisi subsystem dalam urutan yang benar pada daftar tersebut.Ketik nama subsystem dan tekan tombol enter.Default field dari library list adalah*LIBL.Default field dari End option adalah *IMMED, dan default field dari Restart adalah *YES. Kita dapat memasukkan opsion lainnya seperti yang dijelaskan pada informasi bantuan. Jika kita menspesifikasikan *CNTRLD pada field End option, kita harus mengetikkan waktu tunda dalam detik untuk untuk mengakhiri job yang aktif sebelum diakhiri secara cepat (immediately).Jika kita tidak ingin menyalakan  kembali subsystem setelah proses backup control group , spesifikasikan *NO pada field Restart.Setelah melengkapi isian, tekan tombol enter, dan daftar subsystem diurutkan secara benar, menampilkan urutan yang tepat dari subsystem yang ditambahkan. Untuk menghapus subsystem, tempatkan kursor pada entry tersebut, isikan nomor urut, dan tekan tombol enter. Setelah merubah daftar subsystem , tekan tombol enter
untuk menyimpan dan kembali ke tampilan Work with Backup Control Groups.Jika ditekan tombol F3 akan keluar dari tampilan tersebut tanpa menyimpan perubahan.
 
     Job queues to Process.Untuk melihat kembali antrian job yang akan diproses, ketik “10” di sebelah *BKUGRP control group dan tekan tombol enter.Kemudian kita akan melihat tampilan Job Queues to Process.Pergunakan tampilan ini untuk menambah atau menghapus antrian job dari suatu daftar urutan job yang kita akan laksanakan atau akan dilepas sebelum atau sesudah proses backup control group.Default dari control group *BKUGRP menspesifikasikan 1 antrian untuk diproses,batch job
queue (QBATCH).Dalam hal ini antrian job QBATCH ditangani selama backup berlangsung. Ini berarti tidak terdapat batch job baru yang akan dimulai. Antrian job secara otomatis dilepas setelah backup atau IPL (jika IPL dispesifikasikan di dalam ini). Kita dapat menambah antrian job lainnya yang ingin diproses  selama pemrosesan backup control group.Kita juga dapat menspesifikasikan
library dimana antrian job tersebut disimpan atau menggunakan default *LIBL.Daftar field sequence
diurutkan berdasarkan antrian job yang akan dilaksanakan atau dilepas.Untuk menambah antrian job
, ketik nomor urut di kolom sequence secara numerik, tempatkan antrian job mpada urutan yang benar di daftar tersebut.Ketik nama antrian job, dan tekan tombol enter. Untuk menghapus antrian job, tempatkan kursor pada isian tersebut, isi nomor urut, dan tekan tombol enter.Setelah memasukkan antrian job yang ingin diproses, tekan tombol enter untuk menyimpan dan kembali ke tampilan Work with Backup Control Groups. Tekan tombol F3 akan keluar dari tampilan tanpa menyimpan perubahan yang terjadi.

 Langkah 4.Setting Up Control Group Entries
   
    Pada bagian ini, kita harus melihat kembali dan merubah atribut-atribut untuk default control group *BKUGRP pada tampilan Work with Backup Control Group.Sekarangm kita akan melihat kembali isian default control group dan mengatur control group untuk disesuaikan dengan kebutuhan kebutuhan backup.Tempatkan kursor pada kolom opsion di sebelah control group *BKUGRP, ketik “2” dan tekan tombol enter. Kemudian kita akan melihat tampilan Edit Backup Control Group Entries
yang mengizinkan kita untuk mendefinisikan libraries,system keywords, dan daftar yang terdiri dari control group ini.Tampilan berikut ini merupakan contoh dari sebuah backup control group seperti yang diperlihatkan pada tampilan Edit Backup Control Group Entries.
 
   Daftar field sequence diurutkan berdasarkan proses backup item yang kita inginkan.Untuk menambah sebuah item, masukkan nomor urut diantara angka-tersebut dimana kita ingin meletakkan item baru itu, nama backup item,list type (jika ada) dan aktifitas mingguan. Sebagai contoh : nomor urut 25 akan diurutkan diantara 20 dan 30. Setelah kita menekan tombol enter,item tersebut ditambahkan ke dalam daftar, dan daftar itu diurutkan kembali.Untuk menghapus sebuah item, tempatkan kursor pada nomor urut dimana item itu akan dihapus, isikan nomor urut dan tekan tombol enter.
 
Langkah 5.Selecting Libraries To Include in a Control Group
 
   Untuk melihat kembali daftar lengkap dari library pada suatu sistem dan memilih library untuk menambah secara otomatis ke daftar backup item , tekan tombol F9(select libraries) pada tampilan
Edit Backup Control Group Entries.Kita akan melihat tampilan pilihan library dimana kita dapat pilih
seluruhnya, memilih library yang spesifik, atau suatu nama library yang umum. Tekan tombol enter pada tampilan pilihan library untuk melihat kembali seluruh library yang ada sekarang pada sistem.Untuk memilih beberapa library yang akan ditambahkan ke dalam control group kita, ketik 1 (select) di sebelah library yang akan kita tambahkan. Tekan tombol enter untuk kembali ke tampilan Edit Backup Control Group Entries.Library yang telah dipilih secara otomatis ditambahkan ke backup control group yang sedang kita edit sebagai urutan yang tertinggi. Untuk memindahkan
library ke tempat lain pada daftar, tempatkan kursor pada isian tersebut, ketik nomor urut baru, dan tekan tombol enter.
 
Langkah 6.Creating Backup List
 
    Untuk membuat daftar backup yang akan digunakan di dalam pemrosesan backup control group , tekan F23 (Work with lists) pada tampilan Edit Backup Control Group Entries.Daftar backup terdiri dari objects, members, folders, spooled files, dan informasi sistem file yang terintegrasi yang telah dikelompokan bersama untuk pemrosesan pada suatu backup control group.Kita dapat menambah nama group dari suatu item sebagai sebuah isian backup item pada suatu backup control group untuk
pemrosesan.
 

Langkah 7.Adding Backup Control Groups to The Job Scheduler
 
    Langkah terakhir dalam setup backup adalah mengirimkan backup control group ke job scheduler untuk pemrosesan. Untuk melakukan hal ini, tempatkan kursor pada field opsion di sebelah *BKUGRP pada tampilan Work with Backup Control Group dan ketik 6 (Add to schedule).Kita akan melihat tampilan Add Job Schedule Entry(ADDJOBSCDE). BRMS secara otomatis menyediakan nilai untuk “Job name” dan parameter “Command to run”.Kita memilih nilai untuk frekuensi, parameter tanggal dan waktu, dan tekan tombol enter.Backup Control Group sekarang telah ditempatkan di dalam OS/400 job scheduler untuk pemrosesan otomatis. Untuk bekerja dengan schedule job, tekan tombol F7 pada tampilan Work with Backup Control Group untuk menampilkan BRMS job yang ada sekarang pada job scheduler tersebut.
 

Senin, 03 November 2014

TUGAS NOS

keunggulan dan kekurangan sistem operasi server

NO
SISTEM OPERASI
KEUNGGULAN
KEKURANGAN
1
WINDOWS SERVER 2003
1. Pengoperasiannya Mudah
Cara menginstall windows server 2003 tidaklah terlalu sulit ,bahkan mungkin dibandingkan dengan dengan windows NT yang sangat rumit.
2. Cantik Memukau
Hal yang pertama yang kita lihat pada OS Windows 2003 standard edition adalah tampilan server yang sangat indah dan mirip windows xp versi pro maupun home edition.
3. Fungsionalitas dan Skalabilitas
Ketakjuban yang kedua terjadi saat OS Windows 2003 ini di restart. Proses rebooting ini terjadi sangat cepat, seakan kita tidak sedang menggunakan OS dengan title server, seakan bekerja pada sebuah mesin desktop ringan, hardware pun terlihat tidak terbebani.
4. Sangat cocok untuk organisasi/perusahaan besar
Didesain untuk kebutuhan harian perusahaan dan merupakan pengganti dari Windows NT4 Server/ Windows 2000 Server. Windows Server 2003 Enterprise Edition : didisain untuk kebutuhan konsumen skala besar, dan merupakan pengganti dari Windows NT4 Server Enterprise Edition/ Windows 2000 Advanced Server. Windows Server 2003 DataCenter Edition : didisain untuk kebutuhan bisnis yang sangat penting dimana skalabilit.
5. Penggunaan DHCP memudahkan pengurusan sesuatu rangkaian komputer di dalam suatu organisasi yang besar. Konfigurasi DHCP Windows Server 2003 adalah mudah. 

1. Windows Server 2003, yang terasa tidak memadai di tengah kemajuan Web 2.0
2. Kadang jika kita tidak teliti dalam mengginstall,error selalu ditemui
3. Tidak semua Produk aplikasi ( bahkan buatan Microsoft sendiri ) bisa berjalan diatasnya
4. Persyaratan hadware yang sangat tinggi
5. Kemanan yang kurang tangguh
6. Makin banyak type file yang dibuka dengan berbagai macam aplikasi dan telah terinstall aplikasi sesuai dengan kebutuhan sesuai

2
Windows Server 2008
1. Windows Server 2008 dapat beroperasi tanpa tampilan grafis atau graphical user interface (GUI) dengan adanya teknologi powershell.
2. Pengguna dapat memilih fungsi-fungsi yang dibutuhkannya saja atau menambah fungsi lainnya jika membutuhkan sewaktu-waktu tanpa melakukan instalasi ulang.
3. Kemampuan virtualisasi bahkan embedded (menyatu) dengan Windows Server 2008.
4. Windows Server 2008 mampu mengatur besar bandwidth yang dapat dipakai setiap aplikasi maupun komputer yag terhubung ke jaringan.
5. Windows Server 2008 juga sanggup mengontrol keamanan jaringan dengan fitur Network Access Protection.
6. Server juga dapat mengatur setiap akses identitas ke jaringan agar aman dan praktis dengan adanya fitur read only domain controller.
7. Melalui powershell, administrator tetap dapat memantau komputer di jaringan dari jarak jauh.
8. Lebih aman dalam mengendalikan laju informasi.
9. Peningkatan Kapasitas Server untuk melayani lebih Simultan Koneksinnya.
10. Driver disk yang fault toleran yang mendukung disk mirroring dan disk stripping dengan parity (RAID 1 dan RAID 5).
11. Bebas dari Kode 16 Bit milik MS-Dos,mendukung operasi 32 bit dan semua Fitur yang ditawarkan oleh Microprosesor 32 bit seperti dapat mengamati memori hingga 4 Gb dan Terproteksi.
12. Di Desain agar kompatibel dengan Sistem Operasi terdahulu seperti MS-Dos,IBM OS/2.
13. Peningkatan kemampuan layanan server TCP/IP seperti DHCP,WNS dan DNS.
14. Tool untuk mengintegrasikan Netware dan memonitoring Jaringan.
15. Model keamanan berbasis Domain penuh.
16. Terdapat Layanan untuk Macintosh.
17. Bisa Membooting jarak jauh untuk client.
18. Terintegrasi Paket Back Office.
19. Terdapat Network Client Administrator.
20. Fitur pengendalian yang lebih baik (more control). Yaitu fitur yang dapat membuat perusahaan memegang kontrol yang lebih terhadap server mereka. 
1. Browser yang digunakan sebagai sistem dasar pada sistem perangkat bantu administrasi banyak menggunakan Javascript dan Active X, ternyata mengakibatkan proses sangat lambat. Hal yang sama dengan PC yang menggunakan processor 300 MHz AMD dan 128 MB SDRAM serta 100 MHz Bus tidak bisa diharapkan bekerja dengan lancar seperti yang diharapkan.
2. Pengubahan konfigurasi yang mendasar jarang dapat dilakukan dengan berhasil. Hal ini berlaku untuk nilai default, Format file Log yang bersifat propritary dan juga pilihan default-indeks, yang kesemuanya secara standar selalu harus disimpan pada drive C. Administrator dalam hal ini harus melakukan pekerjaan yang tak perlu, hingga sistem keseluruhan berjalan sebagaimana mestinya, sebelum dapat melakukan perubahan.
3. Dokumentasi online, yang praktis tidak diperlukan, ketika sistem keamanan tertinggi Active X telah dipilih menyebabkan strategi keamanan yang kurang baik pada IIS.
4. Dibutuhkan pengubahan konfigurasi yang sangat kompleks untuk ISS Server, yang dapat dikatakan sangat sulit dan merepotkan sekali. Dari pihak administrator berpendapat kegiatan perubahan file Registry adalah pekerjaan yang relatif berat untuk sistem yang menggunakan Windows NT sebagai sistem operasinya.
3
ubuntu Server 11.04.

Kelebihan ubuntu server:
1. Start / shutdown cepat. 
2. Hasil update game online tersimpan dalam server (patch game online) termasuk flash player.
3. Performansi bagus (speedy 1 Mbps terasa seperti speedy 2 Mbps....mak nyus...)
4. Dengan sedikit oprek pada squid bisa cache dinamic content seperti video youtube.
5. Banyak yang mengatakan kalau kepingin bisa cache youtube harus pake LUSCA, (squid 2,7 bisa koq..)http://pc-installer.blogspot.com/2011/09/ubuntu-server-1104.html
Kekurangannya.
1. Proses instalasi agak lama karena paket yang di install harus update secara online.
4
ubuntu Server 12.04.
1.      3D Interface
2.      Kompatibilas
3.      Kemudahan Migrasi
4.      Advance Linux
5.      Mudah Didapatkan
6.      Less Is More
7.      Specifikasi
8.      Hardware Yang Ramah
1.Fitur Standar
2.Koneksi Internet
3.Tidak User
4.Friendly
5
Redhat 9.0
 1. Membutuhkan waktu untuk mengkonfigurasinya.
2. Jika kita koneksi terputus domain tidak dapat di akses lagi.
 1. Dapat mengubah alamat IP menjadi domain pada web.
2. Domain juga digunakan sebagai virtual host dalam dunia maya.
3. Domain Lebih mudah di ingat dibandingkan dengan no IP Address